Tentang Pacaran

ssalamu’alaikum…

Jazzakallah khair…atas pendapatnya,

Smoga kita selalu diberikan nikmat hidayah untuk menuju kearah yang lebih baik oleh Allah Ta’ala…

Saya akan mencoba menanggapi balik…

Bismillah…

Sebelum saya membahas lebih tentang bagaimana hukum pacaran dalam islam berdasarkan dalil-dalil yang shahih (Al-Qur’an dan Al Hadist). Terlebih dahulu saya akan membahas tentang sebuah perkara penting yang kita telah punya dan kita harus benar-benar mengokohkannya agar menjadi landasan yang kuat sebelum kita berbicara tentang perintah dan larangan dalam islam yang telah Allah dan Rosul-Nya tetapkan. Dan sesuatu itu dinamai Aqidah dan Iman.
Aqidah yang benar adalah perkara yang amat sangat penting dan kewajiban yang paling besar yang harus diketahui oleh setiap muslim dan muslimah. Karena sesungguhnya sempurna dan tidaknya satu amal, diterima dan tidaknya bergantung kepada aqidah yang benar. Kebahagiaan dunia dan akhirat dapat diperoleh oleh orang-orang yang berpegang teguh pada aqidah yang benar ini dan menjauhkan diri dari hal-hal yang menafikan dan mengurangi kesempurnaan aqidah tersebut.
Jadi Aqidah Islamiyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah ta’ala dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid (Tauhid Rububiyah, Uluhiyah dan Asma Wa Shifat Allah) dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-Malaikat-Nya, Rosul-Rosul-Nya, Kitab-Kitab-Nya, hari akhir, taqdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang sudah shahih (kuat) tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (konsensus) dari Salafush Shalih (Para sahabat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam), serta seluruh berita-berita qath’i (Pasti), baik secara ilmiyah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur’an dan as-Sunnah (petunjuk yang telah dilakukan Rosululloh Shalallahu Alaihi Wa Sallam dan para Sahabatnya, baik tentang ilmu, keyakinan, perkataan maupun perbuatan) yang shahih serta ijma’ Salafush Shalih. (Bagi temen-temen yang mau merujuk bisa dilihat di buku Syarah Aqidah Ahlus sunnah Wal Jama’ah karya Ust. Yazid Bin Abdul Qadir Jawas atau di buku Buhuuts fii’ Aqiidah Ahlis sunnah Wal Jama’ah oleh Dr. Nashir bin Abdil Kariem al-‘Aqil).
Sedangkan Iman adalah seluruh rangkaian yang tidak terpisah-pisah dari ucapan dan pengamalan, perkataan hati dan lisan, amal hati, lisan dan anggota tubuh. Iman itu bertambah karena melakukan ketaatan dan berkurang karena perbuatan dosa dan maksiat. (Bagi temen-temen yang mau merujuk bisa dilihat di buku Syarah Aqidah Ahlus sunnah Wal Jama’ah karya Ust. Yazid Bin Abdul Qadir Jawas).
Dari pengertian Aqidah diatas, ada sebuah perintah untuk beriman kepada Rosul-Rosul-Nya. Iman kepada Rosul ini mempunyai 4 unsur :

1. Mengimani Bahwa risalah mereka benar-benar dari Allah Ta’ala.

2. Mengimani nama-nama Rosul yang sudah kita kenali.

3.Membenarkan berita-berita mereka yang shahih riwayatnya.

4. Mengamalkan syari’at Rosul yang diutus kepada kita. Dia adalah Nabi terakhir Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam yang diutus Allah Ta’ala kepada seluruh umat manusia.

Sebagai seorang muslim (orang islam), mukmin (orang beriman), dan muhsin (orang ihsan / orang yang beribadah seolah-olah dia melihat Allah sehingga dia bisa beribadah dengan khusyuk dan hanya mengharap pahala-Nya) kita wajib mencintai Rosululloh Shalallahu Alaihi Wa Sallam dan hal itu termasuk bagian dari iman. Konsekuensi cinta kepada Rosululloh Shalallahu Alaihi Wa Sallam dan tanda-tandanya adalah mentaati apa yang Rosululloh Shalallahu Alaihi Wa Sallam perintahkan, membenarkan apa yang beliau sampaikan, menahan diri dari apa yang beliau larang dan apa yang beliau cegah, dan beribadah sesuai dengan apa yang beliau syari’atkan atau dengan kata lain ittiba’ kepada beliau. Ittiba’ kepada beliau menunjukkan kecintaan kepada Allah Ta’ala. Di antara tanda-tanda lain cinta kepada Rosululloh Shalallahu Alaihi Wa Sallam adalah dengan mengamalkan sunnahnya, menghidupkannya dan mengajak kaum Muslimin untuk mengamalkannya serta berjuang membela as-Sunnah dari orang-orang yang mengingkari as-Sunnah dan melecehkannya.
Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakr Radhiallahu anhu, ia mengatakan “Aku mendengar Rosululloh Shalallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,’apa yang aku larang terhadap kalian, jauhilah, dan apa yang aku perintahkan kepada kalian, kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang membinasakan umat sebelum kalian hanyalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi para nabi mereka’.” (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim). Dari hadist ini ada perintah untuk meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan Rosul-Nya semampunya. Mampu disini dalam tinjauan syari’at. Allah juga berfirman dalam Surat At-Taghabun ayat 16 yang artinya: “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu…”.
Pada zaman kita sekarang ini banyak sekali sesuatu yang telah Allah dan Rosul-Nya larang malah sebagian umat islam melaksanakannya, malah mereka berbangga-bangga dengan sesuatu tersebut. Seperti kebiasaan yang telah beredar di kalangan umat islam sekarang adalah fenomena pacaran. Bahkan ada beberapa pihak yang mengatakan adanya pacaran islami. Kita hidup di zaman yang banyak sekali kejahilan dimana-mana (dan pacaran adalah termasuk 1 dari banyak kejahilan / kebodohan akhlak yang telah menjamur), berpakaian namun hakekatnya telanjang dengan (berpakaian dengan pakaian yang ketat), tasyabuh (menyerupai orang-orang kafir dalam banyak hal ya cara berpakaian, rambut, dll banyak sekali kita lihat di dalam kampus kita) serta semua hal yang mendatangkan musibah dari Allah ta’ala. Karena musibah bagi orang beriman adalah sebuah sebuah cobaan dan bagi pelaku maksiat adalah sebuah azab, jadi dari golongan manakah kita sekarang? Dan berbahagialah bagi orang yang beriman dengan sesungguh-sungguhnya iman, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : “Sungguh mengagumkan perihal mu’min. Semua hal yang dialaminya adalah baik. Jika ia mendapatkan hal yang menyenangkan, ia bersyukur. Maka hal itu menjadi suatu kebaikan baginya. Jika ia tertimpa hal yang menyakitkan, ia bersabar. Maka hal itu menjadi suatu kebaikan baginya. Sifat itu tidak dimiliki siapapun kecuali seorang mu’min” (Diriwayatkan Ahmad dan Muslim).
Dalam islam tidak ada yang namanya “Pacaran Islami” apalagi pacaran islami pacaran saja dalam islam dilarang alias haram tapi kenapa masih banyak diantara banyak orang yang mengaku islam dan beriman kepada Allah dan Rosul-Nya masih berpacaran? Bahkan banyak yang sudah tahu bahwa hukum pacaran itu haram tetapi masih banyak yang nekat. Itu bukti bahwa sebagian orang mempunyai tingkat pemahaman agama yang rendah dan hal itu bisa mendatangkan celaan bagi orang tersebut. Allah berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 36 : ”Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RosulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka“. Hanya orang-orang yang sesat dan berusaha menyesatkan manusia yang mengatakan kalau ada pacaran yang islami dan segeralah bertaubat bagi orang yang meyakini adanya pacaran yang islami dan bagi orang-orang yang sampai detik ini masih berpacaran. Allah telah memerintahkan untuk taubat dalam Surat An-Nur Ayat 31 “Dan, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung.” Juga dalam Surat At-Tahrim ayat 8 :”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya.”. Dan juga ada beberapa kabar gembira bagi orang yang senantiasa bertaubat yang terdapat dalam Al-Qur’an Surat Al Baqarah Ayat 222 : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”. Juga dalam Surat Asy-Syura ayat 25 :”Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya”. Rosulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba selagi dia belum sekarat” (Diriwayatkan At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Baghawy).
Allah berfirman dalam Surat Al-israa’ ayat 32 yang artinya: “dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan keji dan sebuah jalan yang buruk”. Dan juga sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam “ pasti akan ada dari umatku suatu kaum yang (berusaha) menghalalkan zina, sutra, khamer (minuman keras), dan alat-alat musik!” (Diriwayatkan Bukhori). Dari dua dalil diatas, bahwa segala sesuatu yang mendekati zina adalah dilarang atau dengan kata lain haram dan segala yang haram membawa kepada kemaksaiatan dan dosa da keduanya akan membawa seseorang masuk kedalam neraka serta mendapatkan azdab.Allahpun berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 14: “Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rosul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam neraka sedang ia kekal didalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” serta Sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam :”Setiap umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan. Beliau ditanya, ‘ siapa yang enggan, wahai Rosululloh?’ Beliau bersabda, ’barang siapa menaatiku, niscaya masuk surga dan barangsiapa bermaksiat kepadaku, niscaya masuk neraka’.” (Diriwayatkan Bukhori).
Sudah sepantasnya bagi seseorang yang merasa beriman kepada Allah dan Rosul-Nya untuk mentaati segala apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang telah dilarang. Dan sebenarnya, hal-hal yang telah dilarang oleh islam memang hal tersebut sangat dan sangat sekali tidak dibutuhkan seperti pacaran, musik, dll. Sedangkan hal-hal yang telah diperintahkan memang sangat dibutuhkan oleh umat islam karena mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi dunia dan akhirat seperti bertauhid, menolong sesama dalam kebaikan, berakhlak dengan akhlaknya Rosululloh Shalallahu Alaihi Wa Sallam, ikhlas dalam segala hal kepada Allah, bersabar, bersyukur atas nikmat-Nya, dan masih banyak lagi.
Smoga tanggapan ini bermanfaat bagi temen-temen semua dan janganlah menjadi orang yang sombong berdasarkan hadist Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam, Beliau bersabda :Tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya ada kesombongan walau pun seberat dzarrah.” Lalu seseorang seseorang bertanya” sesungguhnya seseorang itu suka jika pakainnya bagus dan selopnya bagus”. Lalu beliau bersabda, “sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu mengabaikan yang benar dan meremehkan manusia.” (Diriwayatkan Muslim dan At-Tirmidzi).

Segala kesalahan dan dosa, kita istighfar dan bertaubat yang sebenar-benarnya kepada Allah Ta’ala…

Assalamu’alaikum…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: