Menggagas Kota Industri

S

ejak ditetapkannya otonomi daerah pada tahun 2001, telah memberikan implikasi yang cukup besar bagi pemerintah daerah mulai dan propinsi, kabupaten/kota hingga satuan terkecil desa.

Semangat desentralisasi yang sedang berlangsung, bila tak diimbangi dengan kemampuan program pembangunan yang terarah, infrastruktur dan kemampuan analisis terhadap potensi yang dimiliki, justru akan menyebabkan persoalan tersendiri bagi masing-masing daerah.

Menyadari hal tersebut, Walikota Palu, Rusdi Mastura, lewat visinya “menjadikan Kota Pa/u sebagai pusat industri dan perdagangan kakao Sulawesi Tengah dan Sentra Industri Rotan Nasional 2010” berusaha mewujudkan segala impian otonomi dalam kondisi lokalitas geografis Kota Palu.

Palu Sebagai Kota Perdagangan Kakao

Program Walikota terasa begitu realistis, mengingat potensi Kota Palu sebagai simpul distribusi dan perdagangan komoditi kakao di Sulawesi Tengah hingga saat ni belum tergantikan. Keberadaan Pelabuhan Pantoloan, Bandara Mutiara dan nfrastruktur lainnya, semakin mengukuhkan Kota Palu sebagai kawasan simpul industri dan perdagangan.

Sebagaimana karakteristik ekonomi perkotaan pada umumnya, sektor perkembangan jasa, listrik, industri dan perdagangan, merupakan lini yang rnemegang peran penting bagi perkembangan perekonomian kawasan kota. Bila berkaca pada neraca ekspor-impor dan neraca perdaganqan Kota Palu (balance of trade) sejak 1997- 2004, sektor mi terus mengalami peningkatan.

Data statistik volume ekspor dan import Kota Palu melalui Pelabuhan Pantoloan dan Bandara Mutiara sejak tahun 1997 hingga 2004, menunjukan pertumbuhan positif. Terutama pada lini ekspor menunjukkan pertumbuhan total mencapai 73, 38 persen atau 9,17 persen pertahun. Untuk komoditi ekspor yang menjadi komoditas utama adalah kakao, hasil hutan dan pertanian yang lainnya.

Namun, bahan ekspor Kota Palu masih berupa bahan mentah dan yang memiliki nilai tukar perdagangan (terms of trade) relatif kecil. Melihat celah tersebut, maka tak heran Walikota Palu segera bergegas untuk membenahi potensi besar dan nilai ekspor yang dimiliki dan kakao yang pada umumnya berasal dan daerah hiterland Kota Palu, yakni Kabupaten Donggala, Parigi dan beberapa daerah lainnya.

Untuk infrastruktur yang sebagian besar pengelolaannya merupakan kewenangan pemerintah pusat namun terletak di kota Palu, potensi mi secara otomatis akan semakin menunjang Kota Palu sebagai kota transit (transit city).

Manfaat dan transit city bisa memberikan sumbanqsih besar bagi peningkatan Pendapataan Asli Daerah (PAD) melalui penyediaan infrastruktur pendukung, antara lain peti kemas, perijinan ekspor serta pelayanan lainnya.

Pada aspek ekonomi, gagasan Walikota ini akan mendorong peningkatan ekspor Kota Palu, sehingga perputaran uang (Velocity of money) semakin besar dan goalnya menggairahkan perekonomian kota sebagai sarana terbukanya lapangan kerja.

Kakao Unggul Menuju Kesejahteraan Bersama.

Tak cukup pada pemanfaatan Kota Palu sebagai Transit City, pemerintah kota di bawah visi Rusdi Mastura, berupaya meningkatkan mutu bahan ekspor kakao Kota Palu. Sejumlah riset dan pengkajian untuk pengembangan kualitas ekspor kakao pun dilakukan. Salah satunya melalui program “embrio somatic” sebuah upaya untuk mencari kakao mulia dengan konsep kultur jaringan.

Selain itu, Walikota Palu terus memberikan dukunqan bagi pengembangan riset kakao dan pengkajian potensi agroindustri Kota Palu meialui UPTD (Unit Pengelola Teknis Daerah) Sulawesi Tengah. Pengkajian yang dilakukan oleh UPTD sendiri telah rnelahirkan beberapa penemuan rnonomental, diantaranya peningkatan kualitas kakao dengan metode sambung. samping dan fragmentasi untuk meningkatkan nilai jual

Bagi Muslimin, tenaga ahli UPTD, Visi walikota untuk memajukan kakao Sulawesi Tengah perlu mendapatkan dukungan dan berbagai pihak. Pasalnya, sumberdaya alam dan kondisi geografis Sulawesi Tengah begitu mendukung. “PaIu sendiri sebagai daerah Hinterland yang berdekatan dengan daerah penghasil kakao, akan merasakan multipler efect sebagai zona perdagangan kakao daerah,” ujar Muslimin. Namun bagi muslimin apa yang dicita-citakan Walikota mesti dapat ditindak-lanjuti oleh berbagai komponen yang ada di Sulawesi Tengah, baik birokrasi, dinas terkait dan tentunya masyarakat sendiri.
Bila visi Walikota ini dapat berjalan dengan balk, bukan hal yang mustahil  bagi Kota Palu untuk dapat mewujudkan Rancangan Jangka Panjang Daerah Palu 20 tahun mendatang sebagai “kota pusat perdagangan kakao 2025”

Menjadi Pintu Utara Indonesia, Lewat Kawasan Industri Terpadu

Melihat lokasi strategis yang dimiliki oleh Kota Palu, Rusdi Mastura pula memiliki optimisme untuk melihat Palu masa depan sebagai sentra perniagaan barang dan jasa yang cukup diperhitungkan. Bahkan, beliau optimis bahwa Palu dapat menjadi ”Pintu Utara Indonesia”  dalam tahun-tahun mendatang.

Melalui konsep Kawasan Industri Terpadu, hal mi tentu rnenjadi sangat mungkmn untuk terwujud. Apalagi, mengingat Hal lain yang menjadi keuntungan Palu, adalah persoalan jarak Kota Palu dengan beberapa daerah lainnya yang cenderung dekat. Hal ini jelas akan menjadi sangat mungkin, bila Bandana Mutiara dapat dioptimalkan dalam proses sirkulasi manusia.

Rusdi Mastura mencontohkan, bila jarak Kota Palu-Shanghai mencapai 1800 km. Palu-Ghoangzhu hingga 17070 km, dan Palu ke Hanoi 1400 km, hingga untuk bepergian ke kota Hanoi dahulu dapat dipandang teramat jauh, akses pesawat terbang telah melipat kejauhan jarak itu hingga berkali-kali. Kini, orang-orang Hanoi dapat bepergian ke Indonesia hanya dalam hitungan beberapa menit perjalanan dengan pesawat. Begitu pula, perjalanan Makassar-Palu, yang bila menggunakan angkutan darat harus menghabiskan hingga dua hari masa perjalanan, atau menghabiskan sehari masa perjalanan dengan transportasi laut, akses pesawat terbang telah memadatkannya hingga hanya beberapa menit masa perjalanan.

Dengan jarak dan lokasi Kota Palu yang semakin terbuka dan mudah untuk diakses. Rusdi Mastura yang akrab disapa Bung Cudi ini, meyakinkan kru investasi untuk memandang Palu, sebagai sentra kawasan industri dan kawasan Pintu Utara Perdagangan Indonesia dalam waktu-waktu mendatang.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: