KULTUR JARINGAN

Kendala yang dihadapi dalam kultur jaringan kakao selama ini adalah produksi kalus, fenol dan lendir yang berlebihan dari eksplan jaringan vegetatif. Tujuan penelitin ini adalah untuk mengetahui embriogenesis somatik kakao dan regenerasi dari eksplan embrio zigotik yang dikulturkan pada berbagai konsentrasi IBA. Penelitian disusun menurut rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah zat pengatur tumbuh, terdiri atas 5 aras konsentrasi IBA yaitu 0; 1; 2; 3 dan 4 mg/l, sedangkan faktor kedua adalah macam klon, terdiri atas 5 klon yaitu RCC 72, Sca 6, TSH 858, ICS 60, dan DR 2. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara IBA dan klon yang diuji pada semua parameter pengamatan kecuali persentase eksplan menghasilkan embrio. Respon setiap klon terdapat konsentrasi IBA yang berbeda. Respon inisiasi kalus paling baik pada klon Sca 6 diperoleh dari perlakuan IBA 2 dan 3 mg/l, pada klon ICS 60 diperoleh dari perlakuan IBA 3 mg/l, pada klon RCC 72 dan DR 2 diperoleh dari perlakuan IBA 2 mg/l dan pada klon TSH 858 diperoleh dari perlakuan IBA 1 mg/l. Pada media multiplikasi jumlah embrio paling banyak pada klon Sca 6, ICS 60 dan RCC 72 diperoleh dari perlakuan IBA 4 mg/l, pada klon TSH 858 dan DR 2 diperoleh berturut-turut dari perlakuan IBA 2 dan 1 mg/l.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: