WTO Hancurkan Swasembada Pangan Turki

Ahad, 23 November 2008 03:15

Jakarta, NU Online
Sebagaimana petani di dunia lainnya pertanian di Turki menghadapi malah besar yaitu harus berhadapan dengan perusahaan multinasional (MNC) yang dengan ekspansif memasuki sektor pertanian.

Mereka mendapatkan dukungan dana dari Bank Dunia dan IMF, sehingga dengan mudah menggusur pertanian sekala kecil dan menengah nasional. Demikian dikatakan oleh Abdullah Aysu Presiden Konfederasi Serikat Tani Turki kepada NU Online di sela konferensi petani sedunia di Mozambik Afrika bulan lalu.

Apalagi dengan adanya masuknya Turki dalam Uni Eropa terutama dengan kebijakan pasar bersama, maka dengan sendirinya sebagai negara yang kurang maju Turki hanya menjadi pasar bagi negara maju.

Sebaliknya, Turki belum bisa menjadikan negara Eropa khususnya Eropa Barat sebagai pasar dari produk pertanian mereka, karena dibatasi oleh kuota dan juga pembatasan lain atas nama standar mutu dan sebagainya.

”Bahkan 60 persen pupuk dan benih nasional dikuasai oleh perusahaan asing. Para petani harus mengeluarkan baya tinggi, sementara harga jual tidak naik, sehingga keuntungan yang diperoleh petani rendah,” paparnya.

Dengan sistem seperti itu kedaulatan pangan negeri itu menjadi merosot. Dulu Turki bisa swasembada gandum sebagai makanan pokok negeri kamal Attaturk itu, tetapi selama lima tahun terakhir ini kemandirian tidak ada mereka harus impor gandum besar-besaran dan ini menguras cadangan devisa, yang membuat Turki kalah bersaing dengan negara lain di Eropa khusunya.

Anehnya menurut aktivis yang berdarah Kurdi itu problem nasional ini tidak pernah menjadi perhatian serius partai politik yang ada, padahal selama masa kampanye mereka berjanji untuk membela rakyat, tetapi saat mendapatkan kursi mereka membuat berbagai undang-undang yang menguntungkan IMF dan WTO, sehingga rakyat yang menjadi korban.

Termasuk partai-partai Islam yang selama ini beroposisi. Kurangnya kepedulian pada rakyat itu yang membuat popularitas mereka juga turun.

“Padahal selama masa kampanye mereka selalu membawa jargon-jargon Islam, tetapi kenyataannya kebijakan politik partai-partai itu sangat jauh dari nilai-nilai Islam. Belum lagi para pejabat pemerintah dan pimpinan yang angat korup sehingga menguras dana sosial, terutama bagi kesejahteraan rakyat kecil,” katanya.

Bahkan menurut Abdullah yang telah lama aktif dalam serikat tani Turki itu, para elite partai semakin mengecewakan rakyat ketika mereka pada menjadi  konsultan perusahaan asing yang bercokol di negeri itu. Mereka hidup mewah, sehingga perusahan multinasional itu yang dibela, bukan rakyat. (mdz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: