Demokrasi warisan Rasulullah saw.?

Sumpah. Nggak banget. Salah besar kalo Rasulullah saw. mewariskan demokrasi kepada kita. Justru demokrasi itu bertentangan dan bahkan menentang Islam.

Sobat, asas dari ideologi Kapitalisme adalah Sekularisme. Nah, sekularisme ini merupakan dasar bagi semua penyelesaian yang ditetapin sama Kapitalisme lho. Sekaligus juga Sekularisme menjadi asas bagi setiap pemikiran yang dicetuskan oleh Kapitalisme. Sebenarnya sih, sekularisme yang emang lahir dari sebuah proses kompromi ini telah memberikan suatu anggapan bahwa manusia adalah tuan bagi dirinya sendiri.

Hal ini nggak akan bisa terealisasi kecuali jika manusia diberikan kebebasan dan dilepaskan dari segala ikatan. Dari sini, lahirlah kemudian ide kebebasan (liberalisme) yang selanjutnya menjadi sesuatu yang inheren alias melekat dalam ideologi Kapitalisme. Dari ide kebebasan ini, pada gilirannya, lahirlah konsep demokrasi; sebuah konsep yang menghendaki manusia steril dari intervensi pengaturan pihak lain (baca: agama atau Tuhan), sekaligus menghendaki agar manusia diberikan kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri.

Sederhananya gini deh. Sekularisme itu akidahnya Kapitalisme. Sementara mesin politiknya untuk menggerakkan sistem Kapitalisme ini adalah demokrasi. Sebagaimana sejarahnya, demokrasi itu bukan berasal dari ajaran Islam. Tapi, mengapa sebagian besar kaum muslimin lebih suka mewarisi aturan buatan manusia ini ketimbang aturan buatan Allah Swt.? Mengapa lebih memilih warisan Voltaire dan Montesque ketimbang warisan Rasulullah saw.? Sungguh terlalu!

Akibat menjadikan demokrasi sebagai pandangan hidup di seluruh dunia (termasuk di negeri-negeri kaum muslimin), kini sudah biasa kita lihat orang bebas berbuat apa saja atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) yang memang dinaungi oleh demokrasi. Seks bebas sudah marak, korupsi jadi budaya, kriminalitas tiada henti, perzinaan yang dilindungi (baca: lokalisasi pelacuran), dan banyak masalah manusia yang lahir akibat diterapkannya demokrasi bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Celaka dua belas!

Pilih warisan Rasulullah saw.آ or penjajah?

Sobat, semoga kita mulai sadar dengan kondisi kita saat ini. Benarkah dalam praktik kehidupan sehari-hari kita udah menjadikan warisan Rasulullah saw. (yakni Islam) sebagai pedoman hidup kita atau malah sebaliknya menjadikan warisan penjajah negeri ini (Belanda) sebagai pedoman hidup kita?

Setiap tahun masyarakat Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan negeri ini. Merasa udah merdeka dan merasa udah bebas dari tekanan penjajahan. But, kayaknya kita banyak lupa atau malah melupakan kalo yang namanya penjajahan bukan cuma secara fisik, tapi juga secara ideologi, hukum, pemerintahan, sosial, budaya, ekonomi dan politik. Nyatanya? Sungguh kita pantas bersedih karena negeri ini meski ngaku-ngaku merdeka dari penjajahan secara fisik ternyata masih menjadi hamba penjajah. Buktinya apa? KUHP alias Kitab Undang-Undang Hukum Pidana misalnya, masih setia dipake untuk ngatur kehidupan negeri ini. Demokrasi menjadi konsep politik yang diyakini kebenarannya, bahkan diperjuangkan oleh tokoh-tokoh muslim. Lha, masih cinta sama penjajah dan rela dijajah rupanya. Piye iki? Dapat imbalan apa sih kalo bela-belain demokrasi? Jabatan? Harta? Hmm.. jangan sampe syahadat kita tak berkutik di hadapan demokrasi.

Pantesan aja kita banyak yang tersesat saat ini dan kehidupan kita ancur-ancuran karena nggak menjadikan Islam yang merupakan warisan Rasulullah saw. sebagai pandangan hidup kita (ideologi negara). Justru malah menjadikan warisan penjajah sebagai the way of life. Cinta dan ketaatan kita bukan kepada Allah Swt. dan RasulNya kalo tetap menjadikan demokrasi sebagai pedoman hidup kita dan sekularisme sebagai akidah kita. Yuk, ada baiknya kita renungkan firman Allah Swt.:Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (QS Thaahaa [20]: 124)

Ah, jangan harap kita bisa lepas dari penderitaan ini jika masih setia dengan kebodohan kita mempertahankan (dan bahkan memperjuangkan) demokrasi, sekularisme, nasionalisme, dan kapitalisme ini. Mimpi kali! [solihin: http://www.studia-online.com]

4 Tanggapan

  1. refd , hydrocodone order NB%$ , buy adipex lkjnh5** , buy ambien jjhgyu5, ativan online wedvyuj , ephedra wvsxoki , xanax bygt433 , alprazolam xanax ychh , buy diazepam online

  2. ypKfDs puqtdkyrmubo, [url=http://crnzbmuassoh.com/]crnzbmuassoh[/url], [link=http://uypnbkhobqzn.com/]uypnbkhobqzn[/link], http://sibzmvjxhoau.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: